"Tak ada gading yg tak retak", ternyata baris kata2 itu bukanlah obat tuk yakinkan seseorang akan salah org lain...... Lalu apa kita akan dikatakan mulia karna berhasil menutupi semua kesalahan...??? Bukankah sepandai2 tupai melompat dia pernah terjatuh..?
Hmmm, aku umpamakan dlm sebuah cerita...
====================================================================
Aku & Dia = Kami
Kami masing2 punya sebuah buku, buku itu mengisahkan kepribadian masing2. Kemudian "aku" berkata pada "Dia" : "simpan baik2 buku kita masing2, dilarang diantara kita untuk membuka apalagi membaca isi buku yg bukan miliknya..." itu kesepakatan yg telah dibenarkan & disetujui oleh kami..
Namun syg, rasa ingin tau ku dtg menghampiri, kecurangan mulai dtg merayu "Aku", dan disuatu kesempatan "Aku" membuka buku "Dia", kemudian membaca semua isinya.. Ada bbrp alasan knp "Aku" ingin membuka dan membaca buku itu, "Aku" ingin tau byk ttg "Dia" tanpa harus bertanya darinya. Berniat ingin melihat kekurangannya agar bs mengajaknya dlm pembaikan, kemudian melihat kelebihan krn ternyata ku sgt menyukainya. Saat "Dia" tau bahwa aku tlh membuka bahkan membaca isi bukunya, tentu kekecewaan yg datang.. Kekecewaan krn kecurangan... Kemudian, mgkin krn itu jg, dia bs menebak isi buku "Aku" akan kepribadian dan semua tentang "Aku".
Sobat, ada 2 hal besar kesalahan yg "Aku" lakukan.
Pertama :
Aku munafiq, aku yg buat kesepakatan, tp aku jg yg melanggarnya..
Kedua :
Aku ingin koreksi org lain, tp aku lupa akan kesalahanku & lupa koreksi diri sendiri..
"Aku" bkn pujangga yg tiap rangkaian kata2ku bs meluluhkan hati pembaca, "Aku" bukan penyair yg tiap bait kata2ku bisa menjatuhkan tegarnya jiwa. Saat "Dia" kecewa, cuma maaf yg bs ku ucapkan, tp sayang, sprtinya kesalahanku tak tertebus cm dgn kata maaf.. aku sadar, seandainya "Aku" ada di posisinya mungkin hal yg sama akan kulakukan.... "Aku" makin merasa sangat bersalah saat tak sepatah katapun keluar dr bibirnya, saat tak sebaris katapun dtg masuk menghampiri hpku, saat diam terus membelenggunya, ini makin melemahkan dan menyiksaku...
====================================================================
Nah dari cerita td, apa bentuk bantuanmu untuk "Aku" teman..??? Sekarang "Aku" adalah manusia bersalah yg membutuhkan jwban dr "Dia"...
bagaimana "Aku" menyakinkan "Dia" bahwa kebodohanku itu tak seburuk yg dia fikirkan.? bantu aku, walau kalian jg akan menyalahkanku....
Thank's............
Read More...