Pages

4.16.2009

63 Imigran Gelap Afganistan Diamankan



Hmmm... agak telat jg nich postingnya, soalnya kmren wktu mau posting ada yg nodong, ngajak pacaran, hihikksss... Oiya, tu Foto para Imigran sewaktu di Mapolres Asahan.

Ehmmm... kita mulai ya... Beritanya gini..

Rabu siang kemarin, 15 april 2009, Imigran (pendatang) gelap asal negara Afganistan berhasil diamankan oleh aparat Kodim 0208/AS. Sewaktu diamankan, para imigran gelap ini terdiri dari 14 orang laki-laki dewasa, 2 anak laki-laki dan seorang anak perempuan, jd waktu itu masih ada 17 orang di Mapolres Asahan.

Informasi yang diperoleh seputar kedatangan para imigran gelap ini menyebutkan, mereka tiba di Indonesia setelah berlayar sekitar 15 hari dari negeri asalnya dan mendarat di pantai sebelah Timur Sumatera Utara, tepatnya di kawasan Silau Laut, Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan Sumatera Utara.

Namun, kedatangan para imigran gelap ini ternyata tercium oleh aparat Intelijen Kodim 0208/AS yang langsung menghentikan gerak mereka dan kemudian mangambil langkah pengamanan dengan mengumpulkan para pendatang tak resmi tersebut untuk kemudian di kirim ke Mapolres Asahan.

Tapi, dalam upaya penghentian gerak para imigran ini, salah seorang wanita imigran yang merupakan istri dari seorang imigran pria lainnya berhasil melarikan diri dengan menumpang ojek. Hingga sekumpulan imigran tersebut diangkut ke Mapolres Asahan, wanita tersebut belum juga berhasil ditemukan.

Sangat sulit mencari keterangan dari imigran ini, pasalnya hanya seorang dari antara mereka yang bisa berbahasa Inggris, itu pun dengan kemampuan yang sangat terbatas. Dengan tampang yang lusuh, salah seorang imigran asal Negara Timur Tengah ini menuturkan bahwa kepergian mereka dari negaranya hanya untuk mencari “selamat”. “Banyak sekali konflik di negara kami. Kami tak lagi aman hidup di sana . Kami ingin mencari kantor PBB di suatu negara yang aman. Kami semua ada 60 orang dalam rombongan,” ujar Ali, salah seorang imigran yang sedikit bisa berbahasa Inggris.

Sembari memberikan susu kemasan kepada anaknya yang masih balita, Ali menuturkan bahwa istrinya juga turut dalam rombongan mereka. Namun sang istri terpisah saat berusaha melarikan diri dari sergapan aparat yang akan mengamankan mereka. “Kami membayar harga 1.500 dolar untuk bisa berangkat keluar dari negeri kami. Tapi akhirnya kami terpisah. Saya minta tolong agar petugas bersedia menemukan istri saya,” ujar Ali dengan bahasa Inggris yang seadanya.

Sore harinya, barulah seluruh Imigran berhasil diamankan, jumlah mereka 63 orang, terdiri dari 50 lk dewasa, 4 pr dewasa, 4 ank pr, dan 5 ank lk. Saat ini para Imigran berada di Karantina Imigrasi Tanjung Balai Asahan, menunggu proses lebih lanjut.
Oiya, baru ingat, sekitar tahun 2001-2002 yang lalu jg ada belasan pendatang gelap dari irak, alasannya sama, mereka lari dari negaranya karena ketidak nyamanan (perang), sampe2 ada diantara mereka yg berusaha bunuh diri karena g mau dipulangkan ke Negaranya. Weee...
Udah ya, sampe sini dulu beritanya...
Wass...


Sumber : Daniel (Global), Polres Asahan, Imigrasi Tanjung Balai Asahan

12 comments:

sewu.biz said...

aduuuh.. Kasian banget ya orang itu.. Moga2 aja negri kita bisa aman dan tenang..

Sang Cerpenis bercerita said...

imigran yg merugikan tentunya harus dipulangkan ke negara asalnya.

cebong ipiet said...

kalo diriku jadi mereka, binun juga nyari tempat aman :((

izoel said...

@sewu.biz:, iya, kasian mreka, doa yg sama, mdh2n ngra kt ttp aman

@Sang Cerpenis bercerita:, bentul... kbr terakhr mreka dah di pindahkan ke imgrasi kelas I menunggu proses deportasi..

@cebong ipiet:,mungkin mreka anggap negara kita plg aman buat berdiam, buktinya sehari setelah mreka tertangkap, di jakarta jg tertangkap 68 org temen mreka.. itu menandakan negara kita dianggap aman, aman dlm hal perang, dan aman dalam hal menyelinap.. hehehee....

thom said...

Wow.. Brarti setelah Indonesia patut menjadi contoh perekonomian yang baik pas krisis global, ternyata keamanan di Indonesia juga dilirik ta? Hmm padahal ancur bgt keamanan di sini :D

Tapi mungkin masih enak juga di sini sih.. Gak ada perang kayak di tanah mereka.

anyway, Salam Kenal
thom

JoVie said...

duh capa2 tuh yang ngajak pacaran..cini cini gantian aku yang ngajak..*digebuk ama dia nanti..:))*

btw, moga mereka aman deh hidup di Indo, bisa punya pekerjaan nantinya dan jadi warga Indo aja...moga aja para pemerintah mau menerima mereka jangan asal mengembalikan ke negaranya..toh bisa dipantau sampai beberapa bulan gimana tindak tanduk mereka oleh petugas keamanannya indonesia, kalo sampe berbuat macam2 baru deh boleh dibalikin..Indonesia kan banyak polisi dan petugas keamanan..jadi kalo mereka gak dipekerjakan buat apa banyak petugas di Indo...moga mereka bener2 orang baik dan bener2 nyari keselamatan disini..

angga said...

trus sekarang dah pada dideprotasi lagi lum?

nietha said...

diterima aja donk jadi WNI, kasian banget
orang kisaran ya??hihi temen sekampung

Izoel said...

@Angga: smntara masih ada dipenampungan kanim kelas I Sumatra Utara, soalnya baru2 ini tertangkap lg bbrpa orng, tp di kirim ke Riau, ada 60an,soalnya Sumut dah penuh.. artinya mreka ada ratusan yg brada di indo yg meminta suaka..

@nietha:g bs gitu za trima WNA, tiap negara punya UU kewarganegaraan.. Yup org kisaran... wah...

www.balitopholidays.com said...

haloo...
permisi pak, numpang promo nih ^^!
salam kenal dari Bali.

Transfer Pulsa XL said...

waduh..
moga bisa selesai tuh masalahnya.. kasian juga uda bayar mahal2...

mama hilda said...

wah masih mending 60-an orang mas, beberapa waktu lalu malah 150-an orang afghan juga diselundupkan melalui kontainer, setengahnya meningga di dalam kontainer.
kasihan nasib mereka, negara terus-terusan konflik berkepanjangan ngga tau kapan berhantinya.

Post a Comment