Pages

4.29.2009

BANTU AKU KAWAN...!!!!

"Tak ada gading yg tak retak", ternyata baris kata2 itu bukanlah obat tuk yakinkan seseorang akan salah org lain...... Lalu apa kita akan dikatakan mulia karna berhasil menutupi semua kesalahan...??? Bukankah sepandai2 tupai melompat dia pernah terjatuh..?

Hmmm, aku umpamakan dlm sebuah cerita...
====================================================================
Aku & Dia = Kami
Kami masing2 punya sebuah buku, buku itu mengisahkan kepribadian masing2. Kemudian "aku" berkata pada "Dia" : "simpan baik2 buku kita masing2, dilarang diantara kita untuk membuka apalagi membaca isi buku yg bukan miliknya..." itu kesepakatan yg telah dibenarkan & disetujui oleh kami..
Namun syg, rasa ingin tau ku dtg menghampiri, kecurangan mulai dtg merayu "Aku", dan disuatu kesempatan "Aku" membuka buku "Dia", kemudian membaca semua isinya.. Ada bbrp alasan knp "Aku" ingin membuka dan membaca buku itu, "Aku" ingin tau byk ttg "Dia" tanpa harus bertanya darinya. Berniat ingin melihat kekurangannya agar bs mengajaknya dlm pembaikan, kemudian melihat kelebihan krn ternyata ku sgt menyukainya. Saat "Dia" tau bahwa aku tlh membuka bahkan membaca isi bukunya, tentu kekecewaan yg datang.. Kekecewaan krn kecurangan... Kemudian, mgkin krn itu jg, dia bs menebak isi buku "Aku" akan kepribadian dan semua tentang "Aku".

Sobat, ada 2 hal besar kesalahan yg "Aku" lakukan.
Pertama :
Aku munafiq, aku yg buat kesepakatan, tp aku jg yg melanggarnya..
Kedua :
Aku ingin koreksi org lain, tp aku lupa akan kesalahanku & lupa koreksi diri sendiri..

"Aku" bkn pujangga yg tiap rangkaian kata2ku bs meluluhkan hati pembaca, "Aku" bukan penyair yg tiap bait kata2ku bisa menjatuhkan tegarnya jiwa. Saat "Dia" kecewa, cuma maaf yg bs ku ucapkan, tp sayang, sprtinya kesalahanku tak tertebus cm dgn kata maaf.. aku sadar, seandainya "Aku" ada di posisinya mungkin hal yg sama akan kulakukan.... "Aku" makin merasa sangat bersalah saat tak sepatah katapun keluar dr bibirnya, saat tak sebaris katapun dtg masuk menghampiri hpku, saat diam terus membelenggunya, ini makin melemahkan dan menyiksaku...
====================================================================


Nah dari cerita td, apa bentuk bantuanmu untuk "Aku" teman..??? Sekarang "Aku" adalah manusia bersalah yg membutuhkan jwban dr "Dia"...
bagaimana "Aku" menyakinkan "Dia" bahwa kebodohanku itu tak seburuk yg dia fikirkan.? bantu aku, walau kalian jg akan menyalahkanku....
Thank's............

11 comments:

angga said...

hiks..3x. ikut sedih neh. sulit juga kalu keadaan begini, coba bilang begini," kebaikan harus kita tulis di batu, sedangkan kesalahan harus kita tulis di pasir...
tau maksudnya ga?...

Youngky said...

setuju banget ma angga
koment balik ya ke blog ku

pram said...

wah...rumit....rumit....:@

ina_muth2 said...

emm, memang benar ini salahmu maz, maz yg membuat aturannya, tpi maz juga yg melanggar, tpi ina gag nyalahin maz, ina sendiri bingung!! Emang piLihan yg sulit!! Minta maap memang mudah, tpi klo memaafkan sulit. Maap ina gag isa bantu!!:f

Fina said...

Jangan terlalu paranoid dengan kesalahan, Om... :D optimisme Om.... setiap persitiwa pasti ada hikmahnya.:f
Tenang, pasti dimaafin kok ama doi... :s
Marah2an itu bumbu pacaran loh :$... tergantung bagaimana kita menyikapinya. Masak asmara pupus ditengah jalan cuman gara2 hal sepele... :((

Namanya juga khilaf (gara2 penasaran ama isi email doi, kebuka deh...).
Kekurangan (kesalahan) sering hadir sebagai pelengkap kehidupan, yang terkadang harus bisa kita memaafkan... aku yakin, kalian mengerti istilah simbiosis mutualisme.

marcellino agatha said...

Artikel anda sangat menarik. Saya tunggu artikel anda berikutnya

Jangan lupa berkunjung ke tempat saya Marcellino

JoVie said...

mas izoel punya buku, dia juga punya buku....
Jovie juga punya lho........:D

inikah yang namanyaa cinta..oh inikah cinta...masalah udah kelar kan? jadi gitu aja komentnya...hiks...*kaboooor*

didi said...

Sama tapi ta sama...

iya seh...kita emang salah kalao kita membuka lembaran masa lalu orang yang dekat dengan kita...

kalau saya,malah semakin sayang n cinta ma dia...
ga tahu ajah,yg jelas tambah sayang n tambah cinta setelah tahu masa lalu dia,tp seringnya terkdang jahatnya kita,adalah menggunakan keslaahan masa lalu dia sbg alat pemenang kita...n itu yg ditakuti oleh dia...tapi alhamdulillah, saya belajar n belajar untuk trs memperbaiki diri saya...bahwa stiap orang punya kesalahan dan kebaikan.

yang jleas mas...saya makin cinta n makin sayang ma "someone" itu

didi said...

tambahan :
dan saya udh berjanji ga akan jadi orang "jahat" lagi..hehehehe

Ps: saya ga bikin kesepakatan bersama lho mas...

:D

Izoel said...

@angga:ndak usah diblg dech, mgkin orgnya jg dah baca sendri kok.
@ina_muth: iya bnr, aku yg slh.
@Fina:sedikit paranoid, coz pakde paranormal, heheh.. kyknya km tau byk ttg ini. Thnks ya.
@JoVie:ni org jg taw byk ttg ini, hihiks.

@didi:Thnk's, aku jg mkin syg kok.. syg bgt mlah.. tp fkiran org kan beda2. Dulu, utk berdiri za kita sll terjatuh, kdg manusia g rela org yg di syg mengetahui slhnya, bknkah salah dimasa lalu itu yg mendewasakan kita..? dan akhirnya g melakukan kesalahan yg sama.
yg jls, aku jg mkin syg ma dia...

Fanda said...

Kita hrs selalu ingat bhw manusia tak pernah lepas dr kesalahan. Yg penting berusaha terus utk memperbaikinya...

Post a Comment